23 Dis 2009

Kisah Pohon epal

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. “Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.“
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. “

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?“
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
“Ayo bermain-main lagi deganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?“
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah .“

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.“
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku pun sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.“
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.“

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon epal itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya, dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.


20 Dis 2009

Santai Sekejap (Hang Tuah Fail Spm)

xtaulah motif apa untuk ni tapi layan jelah...




19 Dis 2009

pengetahuan


Perkara-perkara yang membuat kita hilang ingatan dan tumpul minda
Kurangkan makan bawang besar , Kurangkan makan berempah , Kurangkan makan ketumbar kering , Kurangkan menonton hiburan . Kurangkan membaca majalah hiburan , Kurangkan ketawa yang panjang atau terbahak-bahak , Kurangkan minuman air batu, air dalam tin(100 plus dan lain-lain)
Kurangkan makan organ dalaman ayam terutamanya kanak-kanak , Tidak makan kepala ikan. Tidak minum air yang ada semut , Tidak tidur selepas subuh. Tidak tidur selepas asar , Tidak tidur selepas makan . Tidak makan terlalu kenyang , Tidak makan berat selepas jam 9.00 malam .
Tidak menyapu rumah pada waktu malam , Tidak makan yang masam-masam berlebihan. Tidak dicampur makan laut dan darat dalam satu hidangan , Tidak minum susu selepas memakan daging/ayam .
Perkara-perkara yang perlu diamalkan
Selalu makan buah manisan seperti kurma dan lain-lain, Selalu makan makanan yang panas-panas , Selalu memakan kekacang seperti kacang soya @ badam dan lain-lain, Selalu minum air masak . Selalu makan ulam-ulam , Selalu mengamalkan pandangan hijau.
Selalu bersenam , Selau menggunakan imaginasi otak , Banyakkan memakan makanan berasaskan gandum/soya , Banyakkan aktiviti berkhemah di hutan/pantai (yang mempunyai pokok) kerana disitulah terdapat banyak ion-ion negetif dan cahaya matahari infra merah (terutama pada waktu pagi) yang amat diperlukan oleh tubuh badan,kerana hanya kawasan seperti ini sahaja yang mempunyai % yang cukup untuk kegunaan kita seharian berbanding dalam bangunan batu ianya terlalu sedikit
Tidak ego ………….Tidak dengki pada orang lain ……..Tidak makan dari sumber yang tidak halal……..Tidak memberi anak makan makanan dari sumber yang tidak halal ………Tidak makan makanan yang ada pewarna …………….Tidak makan makanan yang ada pengawet ………Tidak menggunakan minyak masak lebih dari 2 kali …………Tidak mandi selepas 9.00malam ......dan yang paling penting dibawah ini......... selamat beramal.....
Tidak sengaja lewatkan solat. Perbuatan ini Allah tidak suka.
Tidak masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki (selipar). Takut kalau-kalau terbawa keluar najis, mengotori seluruh rumah kita.
Tidak makan dan minum dalam bekas yang pecah atau sumbing. Makruh kerana ia membahayakan.
Tidak biarkan pinggan mangkuk yang telah digunakan tidak berbasuh. Makruh dan mewarisi kepapaan.
Tidak tidur selepas solat Subuh, nanti rezeki mahal (kerana berpagi-pagi itu membuka pintu berkat).
Tidak makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan. Nanti rezeki kita dikongsi Syaitan.
Tidak keluar rumah tanpa niat untuk membuat kebaikan.Takut-takut kita mati dalam perjalanan.
Tidak pakai sepatu atau selipar yang berlainan pasangan. Makruh dan mewarisi kepapaan. Tidak biarkan mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.
Tidak menangguh taubat bila berbuat dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa. Tidak ego untuk meminta maaf pada ibu bapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah.
Tidak mengumpat sesama rakan taulan. Nanti rosak persahabatan kita hilang bahagia.
Tidak lupa bergantung kepada ALLAH dalam setiap kerja kita. Nanti kita sombong apabila berjaya. Kalau gagal kecewa pula.
Tidak bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.
Tidak banyak ketawa. Nanti mati jiwa. Tidak biasakan berbohong, kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih orang kepada kita.
Tidak suka menganiaya manusia atau haiwan. Doa makhluk yang teraniaya cepat dimakbulkan ALLAH.
Tidak terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan hidup di sana lebih lama dan kekal selamanya.
Tidak mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata TIDAK. Sebab semuanya untuk keselamatan kita. ALLAH lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba ciptaanNya.



17 Dis 2009


Awal Muharram atau Hari Maal Hijrah merupakan suatu hari yang penting bagi umat Islam kerana ia menandakan peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam. Ia memperingati penghijrahan Nabi Muhammad dari Kota Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masihi. Berlaku pada 1 Muharam, ia merupakan hari pertama Takwim Hijrah.

Pada awal abad yang ketujuh Masehi, masyarakat dunia berada di pintu kehancuran. Kuasa dunia pada abad tersebut yang terdiri dari Kerajaan Empayar Rom (509SM-453M) dan Kerajaan Empayar Farsi (700SM-641M) telah menjunam jatuh akibat rebutan kuasa dan perpecahan di sana sini. Masyarakat Arab yang menghuni Semenanjung Tanah Arab lebih teruk menghadapi keruntuhan akibat daripada keruntuhan moral dan sifat taksub kepada kabilah dan puak. Dunia dalam bahaya kerana keadaan masyarakatnya tidak stabil lantaran kehilangan tonggak pegangan dan moral.
Allah Maha Adil dan Maha Penyayang kerana tidak membiarkan masyarakat manusia terus hancur dan musnah. Allah s.w.t mengutuskan seorang rasul-Nya yang terakhir iaitu Nabi Muhammad s.a.w.
Dalam mengimbau kembali peristiwa tersebut, Allah s.w.t menjelaskan dalam firman-Nya yang bermaksud:

'Dan berpegang teguhlah kepada Tali Allah (agama Islam) dan janganlah kamu bercerai berai, dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu bermusuh-musuhan (semasa jahiliyah dahulu) lalu Allah menyatukan antara hati kamu (hingga kamu bersatu padu dengan nikmat Islam), maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang Islam yang bersaudara. Kamu dahulu berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran) lalu Allah selamatkan kamu dari neraka itu (melalui Islam). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keterangan-Nya supaya kamu mendapat petunjuk hidayat-Nya'
(Ali ‘Imran:103)

Ayat tersebut antara lain menjelaskan bahawa keadaan manusia yang hampir-hampir rosak binasa dan akan menerima akibat yang lebih buruk di akhirat telah diselamatkan menerusi pengutusan rasul untuk memandu mereka ke jalan yang benar dan akhirnya mereka terselamat.
Bagi mengubah masyarakat supaya berada dalam keadaan selamat, Rasulullah s.a.w telah berhempas pulas mengorbankan segala apa yang ada dan ini diikuti pula oleh sahabat-sahabat baginda yang setia. Dalam tempoh 23 tahun, usaha tersebut dicurahkan oleh baginda dan akhirnya mencapai matlamat iaitu berjaya mengubah dan menyelamatkan masyarakat dunia dari kehancuran dan kerosakan.
Dalam sebuah hadith riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w membuat perbandingan tentang usahanya itu yang bermaksud:

'Antara aku dan kamu diumpamakan seperti seorang lelaki yang menyalakan api. Maka datanglah segala unggas dan binatang-binatang kecil yang berterbangan lalu jatuh ke dalamnya, sedangkan lelaki itu berusaha untuk menahan benda-benda tersebut dari jatuh ke dalamnya. Aku memegang dengan kuat ikatan pinggang kamu supaya tidak jatuh ke dalam api, sedangkan kamu terlepas dari peganganku.'

Hadith ini menggambarkan keadaan manusia yang menuju kepada kebinasaan sedangkan mereka tidak mengetahuinya. Manakala Rasulullah s.a.w pula berusaha sedaya upaya untuk menyelamatkan mereka agar terlepas dari kebinasaan itu. Akhirnya masyarakat Islam di Semenanjung Tanah Arab telah dapat mencabar kuasa dunia iaitu Rom dan Farsi seterusnya muncul selepas itu sebagai sebuah masyarakat yang mengambil alih kuasa dunia.
Rasulullah s.a.w dan para sahabat r.a berjaya mengubah masyarakat dari sudut kepercayaan, sikap, moral, cara berfikir dan segala-galanya, termasuk perubahan pengorbanan daripada tertumpu kepada sesama manusia kepada tertumpu kepada Allah. Masyarakat manusia berjaya dipindahkan dari dua keadaan yang perbezaannya sangat jauh.
Dalam menyusuri perkembangan sejarah, selepas kejayaan kali pertama maka masyarakat Islam mengharungi jatuh bangun dalam pentas pergolakan dunia dan ia berkait rapat dengan komitmen mereka terhadap agama Islam yang suci. Era kemalapan umat Islam kali terakhir berlaku pada awal abad ke-20. Sejak kejatuhan Khalifah Uthmaniah di Turki pada tahun 1924, masyarakat Islam semakin terumbang-ambing di gelanggang dunia. Kini masyarakat Islam masuk ke era kelemahan dan keruntuhan yang menyeluruh. Masyarakat Islam yang berpecah-pecah berdasarkan kawasan dan negara, menjadi sebuah masyarakat yang sentiasa dicabar dan dihina di mana-mana. Menjelang abad ke-21, masyarakat Islam diganyang di merata-rata seperti di Yugoslavia, Iraq, Palestin, Kosovo dan di seluruh pelosok dunia. Apa yang berlaku sekarang jelas sebagaimana yang diceritakan dalam sebuah hadith riwayat Abu Daud yang bermaksud:

'Hampir-hampir seluruh umat mengeliling kamu sepertimana orang-orang yang kelaparan mengelilingi hidangan mereka.' Ada yang bertanya, 'Apakah itu disebabkan bilangan kita kurang?' Nabi s.a.w menjawab: 'Bilangan kamu pada ketika itu ramai tetapi seperti buih. Allah mencabut dalam hati seteru kamu perasaan gerun terhadap kamu dan meletakkan perasaan al-wahn dalam hati kamu.' Ada yang bertanya: 'Apa al-wahn itu wahai Rasulullah?' Jawab Baginda: 'Cintakan dunia dan bencikan mati.'

Hadith ini jelas menunjukkan bahawa sampai suatu masa orang-orang Islam samalah seperti satu hidangan yang dikelilingi oleh sekumpulan orang yang lapar lagi gelojoh makan. Tiada sedikitpun perasaan bimbang dalam hati orang bukan Islam untuk melakukan apa sahaja yang disukai terhadap orang-orang Islam kerana mereka sangat lemah.
Ada bermacam-macam jawapan apabila ditanya sebab kelemahan masyarakat Islam sekarang. Ada yang berpendapat ia berpunca dari kelemahan politik dan perpecahan di kalangan masyarakat Islam. Ada yang berpendapat kerana kelemahan ekonomi, kelemahan pendidikan dan pencapaian ilmu ataupun kerana kelemahan dalam pencapaian sains dan teknologi. Ada yang memberikan alasan kerana kelemahan iman atau kerana tidak mengikut arahan agama dan bermacam-macam lagi.
Namun berdasarkan hadith itu tadi, jelas menunjukkan bahawa sebab kelemahan masyarakat Islam ialah hilangnya semangat berkorban dari dalam diri mereka. Umat Islam sudah tidak sanggup berkorban untuk tidak cintakan dunia atau berkorban untuk tidak takut mati. Mereka cintakan dunia sehingga sanggup memilihnya dengan membelakangkan kepentingan agama. Mereka juga takutkan mati apabila dituntut oleh agama bangun memperjuangkan sesuatu kebenaran. Inilah sifat-sifat negatif yang menjangkiti umat Islam.
Roh Ma’al Hijrah memerlukan setiap umat Islam berkorban untuk berpindah daripada bentuk negatif yang ada dalam diri mereka kepada bentuk-bentuk positif yang selaras dengan Islam. Berkorban ataupun jihad perlu tersemai di dalam jiwa masyarakat Islam sama ada dari sudut pengertian mahupun sikap.
Masyarakat Islam kini agak jauh terpesong dari landasan agamanya. Sebagai contoh, sungguhpun agama menuntut agar umatnya menuntut ilmu, tetapi kenyataan yang ada, sehingga kini sebahagian besar masyarakat Islam adalah buta huruf. Islam juga menuntut umatnya bersatu padu. Namun realiti masa kini umat Islamlah yang paling ramai berpecah belah. Demikianlah juga, Islam menuntut umatnya supaya rajin, berdisiplin dan menjaga masa tetapi orang Islamlah yang kurang berusaha, tidak berperaturan dan suka membuang masa.
Jika dilihat kepada dasar-dasar ajaran Islam itu sendiri, peluang orang Islam untuk maju dan mulia dalam dunia masa kini amatlah cerah. Ini kerana orang Islam mempunyai aset yang mencukupi dalam rangka untuk menempah kemajuan iaitu dorongan dari ajaran Islam dan aset material.
Aset galakan dan dorongan agama ini dapat dilihat dengan jelas di mana Islam sangat mementingkan ilmu dan mewajibkan ke atas setiap umatnya menuntut ilmu. Agama juga menuntut orang Islam sentiasa membina kekuatan dan kemuliaan. Kewajipan ini mendorong kuat umat Islam berusaha mencapai kekuatan dan kemuliaan pada setiap masa dan ketika. Ajaran Islam juga sangat mementingkan pegangan hidup yang mantap dan akhlak mulia. Islam juga mewajipkan umatnya menjalankan aktiviti kehidupan dengan bersih, ikhlas dan amanah.
Oleh itu, galakan-galakan seperti ini sangat penting dan menjadi modal yang besar kepada masyarakat Islam dalam mengembalikan keagungan dan kegemilangan zaman emas umat Islam.
Di samping itu, umat Islam memiliki aset material yang besar dan utama yang tidak dimiliki oleh kuasa kuffar. Petroleum, gas asli, bahan galian, sumber air, hasil hutan, bahan makanan, bilangan penganut dan banyak lagi adalah sumber kekuatan umat yang sentiasa menjadi bahan rebutan dan eksploitasi oleh golongan kuffar. Dengan adanya aset-aset tersebut dan manfaat secukupnya maka tidak mustahil masyarakat Islam menjadi satu masyarakat yang kuat dan maju sebagaimana yang pernah ditempa pada suatu ketika dahulu.
Perpindahan Rasulullah s.a.w dan para sahabat r.a dari kota Mekah ke Madinah dan sebelumnya perpindahan sesetengah sahabat dari Mekah ke Habsyah, merupakan pembinaan langkah baru sebagai persiapan menghadapi cabaran yang bakal tiba secara terus menerus. Hijrah bukanlah asing dalam Islam dan ia adalah sebahagian daripada Islam. Hijrah kerana menuntut ilmu, mencari kebenaran, berjihad, berdakwah, mencari nafkah, kerana perniagaan dan bermacam-macam hijrah lagi adalah tuntutan dan asas ajaran Islam itu sendiri.
Untuk terus maju dan mencapai kemuliaan, masyarakat Islam tidak boleh berpeluk tubuh dan hanya menyerah kepada takdir. Umat Islam dahulu telah berjihad secara habis-habisan, maka sebab itulah mereka berjaya meletakkan Islam di tempat yang mulia dan sepatutnya. Kini giliran kita memberi sumbangan kepada agama yang suci ini agar ia terus berkembang dan dihormati. Sesungguhnya bumi ini dan segala apa yang ada padanya adalah hak kepunyaan umat Islam. Di tangan orang Islamlah selayaknya ia harus ditadbirkan. Firman Allah s.w.t yang maksudnya:
'Dan demi sesungguhnya, Kami telah tulis dalam kitab-kitab yang Kami turunkan sesudah ada tulisannya pada Luh Mahfuz, bahawasanya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang soleh'
(al-Anbiya’:105)

Ayat tersebut menjelaskan kepada orang Islam tentang hak mereka mewarisi pentadbiran bumi ini, tetapi dengan syarat bahawa mereka terdiri dari golongan orang-orang yang soleh. Jika syarat tersebut luput, maka mereka tidak berhak apatah lagi layak mendapatkannya.
Bagi melepaskan diri dari kongkongan kelemahan dan kehinaan, maka umat Islam perlu melihat hijrah dalam pengertiannya yang luas iaitu perubahan diri menuju kepada kegemilangan di dunia dan di akhirat. Untuk itu maka langkah yang perlu diatur mestilah mengandungi kefahaman yang jelas dan gerak kerja yang teratur dan betul.
Perubahan ke arah kemajuan dan kemuliaan ummah bermula dengan pengisian kefahaman bahawa Islam adalah agama yang agung dan mulia maka umatnya juga jelas adalah umat yang agung dan mulia. Namun ia hanya dapat dicapai menerusi kekuatan spiritual, moral, fizikal, dan daya cipta serta kesatuan umat itu sendiri. Masyarakat Islam juga wajib memahami bahawa segala ilmu yang baik dan berfaedah kepada manusia adalah termasuk ke dalam ilmu yang disukai dan dituntut oleh Islam. Oleh itu, menuntut ilmu yang bermanfaat adalah satu kewajipan dan dikira berdosa mereka yang mengabaikannya. Masyarakat juga perlu memahami bahawa mereka merupakan pewaris yang sah kepada kepimpinan bumi ini. Tanpa pertunjuk dan panduan hidup dari Allah Tuhan semesta alam, mustahil kaum lain yang mensyirikkan Allah s.w.t layak mentadbir bumi yang diciptakan-Nya.
Di samping kefahaman, beberapa gerak kerja juga harus diatur oleh masyarakat Islam untuk tujuan kemajuan dan kemuliaan Islam iaitu menceburkan diri dalam pelbagai kajian dan penemuan dengan lebih kuat daripada masyarakat lain, asalkan ianya berfaedah dan tidak bercanggah dengan batas-batas syarak. Masyarakat Islam juga perlu bergerak dan bekerja secara terbuka tanpa terikat dengan kongkongan pemikiran yang sempit dan merugikan. Dan juga perlu menghidupkan dan menghayati semangat jihad iaitu bersungguh-sungguh dan berkorban dalam mencapai cita-cita murni yang bertepatan dengan Islam. Umat Islam tidak dapat tidak mesti memperkukuhkan tonggak kekuatan yang terdiri dari kekuatan akidah, fizikal dan material. Mereka juga perlu mempertingkatkan usaha melahirkan masyarakat yang soleh dan seimbang dari segi rohani dan jasmani kerana ia menjadi syarat mewarisi teraju kepimpinan bumi ini.
Masyarakat Islam yang kian pudar dan kian hilang kekuatan tidak boleh dibiarkan terus berada dalam keadaan seperti ini. Masyarakat Islam pada hakikatnya mempunyai aset dan sumber kekuatan yang perlu digerakkan dan dimanfaatkan demi kemajuan dan kemuliaan umat. Kita mampu berbuat demikian jika kita mahu kerana bekalan sudah tersedia. Jika generasi awal umat Islam boleh melakukannya maka mengapa kita tidak boleh. Sesungguhnya Ma’al Hijrah merupakan titik tolak yang paling sesuai ke arah itu.

sumber:JAKIM


14 Dis 2009

racun hati

“Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” .
Ketahuilah bahwa semua maksiat dalam bentuk apapun adl merupakan racun bagi hati penyebab sakitnya hati bahkan juga penyebab matinya hati. Berkata Abdullah Ibnu Mubarak “Meninggalkan dosa dan maksiat dapat menjadikan hidupnya hati dan sebaik-baik jiwa adl yg mampu meniadakan perbuatan dosa dalam dirinya. Maka barangsiapa yg menginginkan hatinya menjadi hati yg selamat hendaklah membersihkan diri dari racun-racun hati kemudian dgn menjaganya tatkala ada racun hati yg berusaha menghampirinya dan apabila terkena sedikit dari racun hati bersegeralah utk menghilangkannya dgn taubat dan istighfar.
Racun-racun hati itu banyak macamnya di antaranya adl berlebih-lebihan bicara atau fudhulul kalam. Dikatakan bahwa belumlah bisa istiqamah iman seseorang sebelum istiqamah lisannya. Maka lurus dan istiqamahnya hati dalam memegang keimanan itu dimulai dari lisan yg istiqamah. Oleh krn itulah Islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak banyak bicara tanpa disertai dzikir kepada Allah krn akan mengakibatkan kerasnya hati.
Dalam salah satu hadits shahih Rasulullah ` pernah bicara kepada sahabat Mu’adz “Apakah engkau mau aku tunjukkan yg menjadi landasan itu semua ?” “Baik ya Rasulullah” jawab Mu’adz. Kemudian Rasulullah ` bersabda “Cegahlah ini” lalu mu’adz berkata “Ya Rasulullah apakah kita akan dimintai tanggung jawab dari apa yg kita ucapkan?” Kemudian Rasulullah ` bersabda “Semobrono kamu wahai Mu’adz tidaklah seseorang akan ditelungkupkan wajahnya dan punggungnya ke dalam Neraka melainkan krn hasil dari lisannya.” . “Ada dua lubang yg paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka yaitu mulut dan kemaluan.” .
Kemudian dalam riwayat lain Rasulullah ` bersabda “Sesungguhnya ada seorang laki-laki mengucapkan sepatah kata yg dianggap tidak apa-apa tetapi ternyata bisa menjerumuskannya ke dalam Neraka sampai tujuh puluh tahun.” .
Dan tatkala Uqban bin Amir bertanya kepada Rasulullah “Ya Rasulullah apakah sesuatu yg dapat menyelematkan kita?” Lalu dijawab oleh Nabi ` “Tahanlah olehmu lisanmu.
Lalu dalam kesempatan lain Rasulullah ` bersabda “Barangsiapa yg dapat memberi jaminan kepadaku dari apa yg ada di antara jenggot dan kumisnya dan kedua pahanya maka aku jamin untuknya Surga.” .
Maksud dalam hadits ini barangsiapa yg bisa memelihara apa yg ada di antara kedua bibirnya yaitu mulut dari semua perkataan yg tidak bermanfaat dan bisa menjaga apa yg ada di antara kedua pahanya yaitu farji agar tidak diletakkan di tempat yg tidak dihalalkan Allah maka jaminannya adl Surga. Kemudian dalam hadits yg lain Rasulullah ` juga bersabda “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhirat hendaklah berbicara yg baik atau agar ia diam.” .
Dan dalam sutau riwayat dari Abu Hurairah Rasulullah ` bersabda “Sebagian dari tanda bagusnya Islam seseorang apabila ia bisa meninggalkan ucapan yg tidak berguna baginya.” Berkata Sahl “Barangsiapa yg masih suka bicara yg tidak berguna maka ia tidak layak dikatakan shiddiq“. Apalagi bila ucapan seseorang sampai menyakiti orang lain maka belum bisa dijadikan jaminan iman yg dimilikinya sebagaimana sabda Rasulullah ` “Demi Allah tidaklah beriman demi Allah tidaklah beriman” kemudian ditanyakan; siapakah gerangan yg engkau maksudkan wahai Rasulullah? Jawabnya “orang yg menjadikan tetangganya merasa tidak aman lantaran kejahatannya.
Dengan demikian maka hendaklah seorang mukmin mencukupkan diri dari ucapan yg tidak berguna seperti; berdusta suka mengadu domba ucapan yg keji ghibah namimah suka mencela bernyanyi menyakiti orang lain dan lain sebagainya. Itu semua merupakan racun-racun hati sehingga apabila seseorang banyak melakukan seperti ini maka hati akan teracuni dan bila hati sudah teracuni maka lambat laun cepat atau lambat akan mengakibatkan sakitnya hati semakin banyak racunnya akan semakin parah penyakit dalam hatinya dan kalau tidak tertolong akan mengakibatkan mati hatinya.
Macam-macam hati Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yg dilakukannya kelak di akhirat sebagaimana firman Allah “Sesungguhnya pendengaran penglihatan dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.” .
Dalam tubuh manusia kedudukan hati dgn anggota yg lainnya adl ibarat seorang raja dgn seluruh bala tentara dan rakyatnya yg semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya dan bekerja sesuai dgn apa yg dikehendakinya. “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging apabila segumpal daging itu baik maka akan menjadi baik semuanya dan apabila segumpal daging itu jelek maka akan jeleklah semuanya ketahuilah bahwa segumpal daging itu adl hati.” .
1. Hati yg sehat Yaitu hati yg terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah “ di hari yg harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yg datang mengharap Allah dgn membawa hati yg selamat.” . Ayat ini sangatlah mengesankan di sela-sela harta benda yg diburu dan dikejar-kejar orang dan anak-anak laki-laki yg sukses dgn materinya dan sangat dibanggakan ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yg datang menghadap Allah dgn hati yg selamat. Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yg bertentangan dgn perintah Allah dan laranganNya dan dari semua syubhat yg memalingkan dari kebenaran selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah selamat dari berhukum dgn hukum yg tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya krn Allah iradahnya kecintaannya tawakkalnya taubatnya ibadah dalam bentuk sembelihannya takutnya raja’nya diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya krn Allah apabila ia membenci maka bencinya krn Allah apabila ia memberi maka memberinya krn Allah apabila menolak maka menolaknya krn Allah. Dan tidak hanya cukup dgn ini sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yg menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dgn ikatan yg kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata dan tidak mendahulukan yg lainnya baik ucapan maupun perbuatannya. Firman Allah “Hai orang-orang yg beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” .
2. Hati yg mati Yaitu kebalikan dari hati yg sehat hati yg tidak mengenal dgn Rabbnya tidak melakukan ibadah sesuai dgn apa yg diperintahkanNya dicitaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta keni’matan dan hingar bingarnya dunia walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya. Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dgn nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya krn nafsunya apabila ia membenci maka bencinya krn nafsunya apabila ia memberi maka itu krn nafsunya apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya dan lbh ia cintai daripada ridha Allah I.
Orang yg demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya syahwat sebagai komandannya kebodohan menjadi sopirnya dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya utk mendapatkan dunia yg menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu utk mendapatkannya ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yg jauh. Tidak membutuhkan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yg selalu merayu dan menggodanya. Maka bergaul dgn orang seperti ini akan mencelakakan kita berkawan dengannya akan meracuni kita dan duduk dengannya akan membinasakan kita.
3. Hati Yang Sakit Yaitu hati yg hidup tapi ada penyakitnya hati orang yg taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha utk mengalahkannya. Hati jenis ini mencintai Allah iman kepadaNya beribadah kepadaNya dgn ikhlas dan tawakkal kepadaNya itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha utk mendapatkannya. Hasad sombong ujub dan terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap keni’matan kehidupan akhirat serta keinginan utk mendapatkan gemerlapnya dunia.
Maka hati yg pertama hidup tumbuh khusyu’ dan yg kedua layu kemudian mati. Adapun yg ketiga dalam keadaan tidak menentu apakah akan hidup ataukan akan mati. Kemudian banyak sekali orang yg hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati. Na’udzu billah min dzalik. .
Maraji’ Tazkiyatun Nafs Ibnul Qayyim bit tasharruf waz ziyadah.
Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia


 
Copyright @2019 Ayu Balqishah | All Right Reserved
Designed By SF Design Lab | Powered By
Blogger.com